Thursday, February 7, 2013

Khairul Ummah

Suara lirih rindu rasulmu,
meruntun kasih pada golonganmu,
Bersama soalan-soalan itu,
namun jawapan terus tidak bertamu,

Kamu,
dengan rezeki iman tanpa melihat
biar dipisah 1500 tahun dan tempat
tetap berpegang pada kitab yang rapat
Khairul ummah namamu terpahat.


Saujana Impian 7 Feb 2013

Friday, February 1, 2013

Jawab Badar

Berpercikan api dari kuku kuda
menghambur pahlawan ke pentas jihad
dengan satu matlamat
untuk bergelar shuhadak tuhan

Pedang berhayunan,
panah bertebaran
lembing melayang,
Batu menghujan

medan ini medan sebenar
tempat darah pahlawan tumpah
tempat agama tuhan bergantung takdirnya

katakan pada tanah badar itu
apa mahunya.?
tentu jawabnya badar,
mahu rasulnya dibela

katakan pada tanah badar
apa lagi mahunya?
tentu jawab badar,
mahu takdirNYA di-rida....


impian makmur, 1 feb 2013

Sunday, January 27, 2013

Hijab

Cambuk zikir menghentam dinding itu
Allah, Allah Allah jihatnya
Dinding menyahut "akulah dinding itu"
Allah Allah Allah pintaku

Thursday, January 24, 2013

Kalau bisa aku

Kalau bisa aku
aku ingin saja bertaubat padaNYA
pada jeliknya tujuh anggota
dan tujuh lathifah ku

Kalau bisa aku
aku ingin saja berzikir pada NYA
pada mulianya
nama-nama asmaul husna NYA

Kalau bisa aku
aku ingin meminta padanya
pada tingginya kemuliaan sifat-sifatNYA

namun bisakah aku
untuk memiliki ihwal itu,
kerana semuanya itu
tetap atas keizinanNYA jua

Impian Makmur2

Saturday, January 5, 2013

Seorang Pengemis dan Raja

Seorang pengemis tunduk mengesot
bersama tempurung kelapa memohon
tolong-tolong, kasihan-kasihan
orang lalu terus lalang ke hadapan

Esok pengemis kembali memohon
tempurung usang disorong ditarik
tolong-tolong, kasihan-kasihan
laparnya menggila, imannya membara

Setiap kita,
sedar atau tidak adalah pengemis itu
memohon sang maha perkasa
tolong tolong , kasihan-kasihan
yang berbeda cuma seusang mana
tempurong itu bisa menagih simpati

Jika dalam lapar menggila itu
ada iman mendada mengharap cuma pada DIA
maka itulah raja' dan harapan seorang hamba
intai mengintai sang raja,
hanya memohon padanya

pasti raja maha berkuasa melimpahi rahmatnya
agar tempurong penuh rezeki
pemberian dari seorang raja
buat pengemis mulia
yang dinilai pada taqwanya..

KPJ kajang

Wednesday, August 24, 2011

Sajak Rumi


LANGIT DAN BUMI

Hikmah dari Tuhan adalah takdir dan maklumatnya ialah
Kita ini memang dijadikan sebagai pencinta satu dengan yang lain;
Karena ketentuan itulah setiap bagian dari dunia ini
Dianugerahi pasangan yang sesuai dan serasi.
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan.
Bumi menerima saja apa yang diturunkan oleh Langit.
Jika bumu kurang panas, Langit mengirim panas
Jika bumi kurang hangat dan lembab, Langit memulihkannya.
Langit berputar mengitari sumbunya, seperti suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk pula mengurus rumah tangganya:
Ia menunggui yang lahir dan menyusui bayi yang ia lahirkan:
Sebutlah Bumi dan Langit sebagai pasangan bakat dan kepandaian
Keduanya sangat diperlukan oleh makhluq yang berakal.
Jika pasangan ini merasakan nikmat dengan yang lain,
Mengapa mereka harus merangkak bersama sebagai pencinta dan kekasih?
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?

Sajak Rumi

SELUBUNG CINTA

Kini seluruh diriku diselubungi Cinta,
kini seluruh diriku bebas dari kepentingan apa pun.
Kuhancurkan semua berhala yang berasal dari empat anasir tubuh
Sekali lagi aku menjadi Muslim, sabuk Nasrani kutinggalkan
Sesaat aku berputar mengelilingi sembilan cakrawala
Kuedari bintang-bintang, masing-masing menurut sumbunya
Sesaat aku gaib, tinggal bersamanya di sebuah ruang
Aku berada tidak jauh dari negerinya, kupandang yang mesti kupandang
Aku hadir di penjara dunia karena niat yang baik
Mana penjara itu kini? Mana tempat yang kekayaaanya telah habis kucuri?
Aku datang karena lebih baik tinggal dalam sangkar
Bersama kawan-kawanku, tak betah aku di taman mawar yang sepi
Dalam penjara kusaksikan dia yang molek seperti Yusuf
Aku senang istirah di tempat kurungan ini
Seperti bayi di dalam rahim, aku dibawa oleh darah ke dunia ini
Manusia lahir hanya satu kali, aku lahir berulang kali
Kau bahagia dan mabuk disebabkan anggur,
Aku riang dan mabuk bukan disebabkan anggur!
Kau tersenyum dengan bibir, aku tanpa bibir
Selubung ini telah kucabik berulang kali dengan tanganku
Bersama para rahib di biara kurubah malam menjadi siang
Dengan para biksu aku tidur di pagoda di bawah kaki berha;a
Aku adalah pencuri yang terperdaya dan menanggung sakit yang pedih
Aku awan dan hujannya, aku tercurah ke taman-taman
Tidak pernah debu fana’. berkumpul di jubahku, O Darwisy!
Karena itu kupetik berkuntum-kuntum bunga di taman mawar baqa’
Aku bukan dari air atau pun api, bukan tidak dari angin bertopan
Aku bukan debu dari lukisan dirimu, bukan Syamsi Tabriz
Aku adalah cahaya murni dan asali.