Sunday, July 5, 2009

Sajak Rumi

Ia berkata,"Siapa itu berada di pintu?"
Aku berkata," Hamba sahaya paduka"
Ia berkata," kenapa kau ke mari?
Aku berkata," untuk menyampaikan hormat padamu , gusti"
Ia berkata," berapa lama kau bisa bertahan?"
Aku berkata, "sampai ada panggilan"

Aku pun menyatakan cinta
Aku pun mengambil sumpah
Bahawa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan
Ia berkata," Hakim menuntut saksi kalau ada penyataan"
Aku berkata," Airmata adalah saksiku, pucat wajahku adalah buktiku"
Ia berkata, " Saksi tak sah, matamu juling"
Aku berkata, "kerana wibawa keadilanmu, mataku terbabas dari dosa"

Berikan kelemahanmu pada DIA yg maha membantu
Tangisan dan ratapan adalah sarana yg luar biasa
Ibu yg menyusui, yg dilakukannya hanya menunggu panggilan anaknya
Hanya rengekan awal yg lirih saja, maka dia pun datang
Tuhan menciptakan anak itu yakin
keinginanmu agar ia menangis, supaya susu menitis

Menagislah
jangan menahan perasaan dan diam saja dgn sakitmu
merataplah
dan biarkan susu yg pengasih
mengalir ke dalam tubuhmu.

2 comments:

Irwan Bajang said...

dari dulu saya selalu suka puisi2 Rumi, entah dalam bahasa aslinya, terjemahan inggris ataupun terjemahan melayu..sungguh selalu saja luar biasa..
:D
usaha and untuk mendokumntasikannya sungguh luar biasa.
:D

sajak sufi said...

Salam saudara Irwan,

saya juga merasakan kejernihan di dalam puisi Rumi yg indah.. Pastinya kurnia dari Tuhan yg maha bijaksana lagi maha tinggi..

Terima kasih kerana berkunjung ke sini..