Saturday, September 12, 2009

Sajak Rumi

Aku yang kehilangan kekasih
kini menemukan cinta

Sebab mentari memang tak tertangkap
selain cahaya

Aku merindukan mentari
selepas cahaya

II
Pada sosok kawan
kurobek-robek ornament cinta
dengan pecahan api tari
(aku bukan orang yang dungu
menerapkan ihwal itu)

Kawanku ialah pelaminan
tempat asa dan gundah tumpah
Kawanku
matahari ialah engkau
III

Mari menari dan menghiasi orgi
dengan semarak sajak dan pesta ilahi
Aku duduk di taman
dikitari bunga musim semi bulan dan emosi

Aduh
kucipta busur dengan alismu
untuk memanahkan pandangku
pada pusar berahimu

7 comments:

abuyon said...

salam sufi,

Sajak rumi yang rumi saya
baca terjemahan Hamka
dalam bukunya, juga
di blog Sufi Road

Memang rujukan untuk
para sufi. O ya, orgi
tu apa ya

Che Leh Jangok said...

Rumi ku sayang
teruskan kembara mu itu
kalau di hujung samar sana
engkau sudah melihat kerdipan cahaya
engkau mungkin dilurus yang benar

cuma pastikan sayang
bekalan mu makanan berkhasiat
kenderaan mu awas berjaga
jajaran rodanya berukur kira
Inshaallah tidak gelincir

abuyon said...

salam sufi,

Mari, atas nama Tuhan yang agung
dan rahman, kita hulurkan dua tangan,
dan sejuta hati kita bersalaman dari
denyutnya yang paling
tenang dan dalam

Selamat Hari Raya — dari kami sekeluarga
Maaf zahir dan batin, nampak dan tak
nyata, dari hujung ke hujungnya

p/s: nak duit raya pakcik Pi ..
pinta anak-anakku ..hehe

Dhamah Syifflah said...

jasad mengharungi ombak duri...
amat menyeksakan...
payah melaksanakan...
jatuh bangun acapkali hiba...
merenung kembali...
penghargaan diberi...

faziz ar said...

hebat rentak bahasa dalam puisi ini
memang sufi sifatnya
aku sangat suka rangkap akhir puisimu ini

abuyon said...

salam sahabatku,

Bila nak update
sajak dari ilham
Tuhanmu

sayapjannaim said...

Salam singgah,
saya sejujurnya suka sajak ini :)