Puasa Membakar Hijab
Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.
Tuesday, August 31, 2010
Hai insan
bukankah kita warisan generasi lalu?
tinggalan orang2 lenyap?
Mereka lebih kaya dan gagah dari kita
mereka terhambat dari isi dunia ketika sedang bersenang lenang
Kemudian dunia mengkhianati mereka sedang mereka percayakanya sepenuh jiwa
Kekuatan kaumnya tak dapat membantu
tidak juga kekayaaan dapat menebus mereka
Maka bersiap sedialah kita sebelum kita diambil ke sisi NYA
walhalnya kita belum benar bersedia
Tiada sesal dapat membantu
bila qalam telah kering
Bila hidup telah berakhir
dan takdir pula telah diseal.
bukankah kita warisan generasi lalu?
tinggalan orang2 lenyap?
Mereka lebih kaya dan gagah dari kita
mereka terhambat dari isi dunia ketika sedang bersenang lenang
Kemudian dunia mengkhianati mereka sedang mereka percayakanya sepenuh jiwa
Kekuatan kaumnya tak dapat membantu
tidak juga kekayaaan dapat menebus mereka
Maka bersiap sedialah kita sebelum kita diambil ke sisi NYA
walhalnya kita belum benar bersedia
Tiada sesal dapat membantu
bila qalam telah kering
Bila hidup telah berakhir
dan takdir pula telah diseal.
Wednesday, March 31, 2010
Sajak Rumi
KARENA CINTA
Karena cinta, tubuh berdaki dari tanah liat ini
Sanggup terbang ke langit menuju arasy
Gunung menari dan tangkas geraknya, o Pencinta!
Cinta menurunkan ilham pada bukit Sinai
Karena itu bukit Sinai mabok dan Musa jatuh pingsan
Jika kuikuti bibir yang sehaluan denganku
Aku akan berubah menjadi seruling:
Kulagukan semua yang dapat kulagukan
Tetapi dia yang terpisah dari kekasihnya
Akan terkunci mulutnya dan membisu
Walau tahu ratusan pantun dan gurindam
Apabila mawar pergi dan taman lenyap
Kisah burung bulbul takkan terdengar lagi
Kekasih adalah segala-galanya, pencinta ialah tabirnya
Kekasih ialah hidup, pencinta benda mati
Kalau cinta tak peduli kepadanya,
Jadilah dia burung tanpa sayap
Bagaimana Kesadaran ada di depan dan samping
Jika Kekasih tak ada di depan dan samping
Cinta ingin dunia dan semua yang dicintai dijelmakan
Jika cermin tak mantulkan bayangan apa sebabnya?
Tahukah kau mengapa cermin jiwa tak mantulkan bayangan?
Karena karatnya belum juga dibersihkan
Karena cinta, tubuh berdaki dari tanah liat ini
Sanggup terbang ke langit menuju arasy
Gunung menari dan tangkas geraknya, o Pencinta!
Cinta menurunkan ilham pada bukit Sinai
Karena itu bukit Sinai mabok dan Musa jatuh pingsan
Jika kuikuti bibir yang sehaluan denganku
Aku akan berubah menjadi seruling:
Kulagukan semua yang dapat kulagukan
Tetapi dia yang terpisah dari kekasihnya
Akan terkunci mulutnya dan membisu
Walau tahu ratusan pantun dan gurindam
Apabila mawar pergi dan taman lenyap
Kisah burung bulbul takkan terdengar lagi
Kekasih adalah segala-galanya, pencinta ialah tabirnya
Kekasih ialah hidup, pencinta benda mati
Kalau cinta tak peduli kepadanya,
Jadilah dia burung tanpa sayap
Bagaimana Kesadaran ada di depan dan samping
Jika Kekasih tak ada di depan dan samping
Cinta ingin dunia dan semua yang dicintai dijelmakan
Jika cermin tak mantulkan bayangan apa sebabnya?
Tahukah kau mengapa cermin jiwa tak mantulkan bayangan?
Karena karatnya belum juga dibersihkan
Wednesday, March 24, 2010
Sajak Rumi
LAGU SERULING BAMBU
Dengar lagu seruling menyampaikan kisah pilu perpisahan
Tuturnya, “Sejak bercerai dari indukku pohon bambu rimbun
Ratap tangisku membuat lelaki dan wanita mengaduh
Agar kepiluan dan kobaran berahi cinta dapat kupaparkan
Kuingin sebuah dada koyak sebab terasing dari dia yang dicinta
Setiap orang yang tinggal jauh dari negeri kelahirannya
Akan selalu merindukan saat-saat ketika masih bersatu dengannya
Dalam setiap perjamuan kunyanyikan nada-nada senduku
Aku duduk bersama mereka yang riang dan sedih
Walau rahasia laguku tak jauh dari asal ratapku
Apa ada telinga mendengar dan mata memandang?
Tubuh tak terdinding dari roh, pun roh tak terdinding dari tubuh
Namun tak seorang di dunia diperbolehkan melihat roh
Riuhnya suara seruling adalah kobaran api, bukan desir angin
Mereka yang tak punya api akan sia-sia hidupnya
Inilah kobaran api cinta yang tersembunyi dalam seruling
Inilah bara semangat cinta yang dikandung arak anggur
Seruling adalah kawan ia yang terpisah dari sahabat karibnya
Lagunya menyayat kalbu kami: Siapa pernah lihat racun
Dan obat penawarnya menyatu dalam dirinya seperti seruling?
Siapa pernah lihat orang sedih yang sekaligus pencinta
Menuturkan rindu dendam seperti seruling
Dengar lagu seruling menyampaikan kisah pilu perpisahan
Tuturnya, “Sejak bercerai dari indukku pohon bambu rimbun
Ratap tangisku membuat lelaki dan wanita mengaduh
Agar kepiluan dan kobaran berahi cinta dapat kupaparkan
Kuingin sebuah dada koyak sebab terasing dari dia yang dicinta
Setiap orang yang tinggal jauh dari negeri kelahirannya
Akan selalu merindukan saat-saat ketika masih bersatu dengannya
Dalam setiap perjamuan kunyanyikan nada-nada senduku
Aku duduk bersama mereka yang riang dan sedih
Walau rahasia laguku tak jauh dari asal ratapku
Apa ada telinga mendengar dan mata memandang?
Tubuh tak terdinding dari roh, pun roh tak terdinding dari tubuh
Namun tak seorang di dunia diperbolehkan melihat roh
Riuhnya suara seruling adalah kobaran api, bukan desir angin
Mereka yang tak punya api akan sia-sia hidupnya
Inilah kobaran api cinta yang tersembunyi dalam seruling
Inilah bara semangat cinta yang dikandung arak anggur
Seruling adalah kawan ia yang terpisah dari sahabat karibnya
Lagunya menyayat kalbu kami: Siapa pernah lihat racun
Dan obat penawarnya menyatu dalam dirinya seperti seruling?
Siapa pernah lihat orang sedih yang sekaligus pencinta
Menuturkan rindu dendam seperti seruling
Friday, February 12, 2010
Tutup Pintu, Buka Pintu
Tutup pintu, buka pintu
tutup pintu kemuliaan, buka pintu kehinaan
tutup pintu nikmat, buka pintu kesulitan
tutup pintu istirehat , buka pintu kesungguhan beribadat
Tutup pintu, buka pintu
tutup pintu tidur, buka pintu terjaga
tutup pintu kekayaan, buka pintu kafakiran
tutup pintu angan dan lamunan, buka pintu menuju kematian
6 pintu berbeda tahapan
ditutup dibuka seorang pejalan
merayu derajatnya sebagai insan..
Kajang 13 feb 10
tutup pintu kemuliaan, buka pintu kehinaan
tutup pintu nikmat, buka pintu kesulitan
tutup pintu istirehat , buka pintu kesungguhan beribadat
Tutup pintu, buka pintu
tutup pintu tidur, buka pintu terjaga
tutup pintu kekayaan, buka pintu kafakiran
tutup pintu angan dan lamunan, buka pintu menuju kematian
6 pintu berbeda tahapan
ditutup dibuka seorang pejalan
merayu derajatnya sebagai insan..
Kajang 13 feb 10
Saturday, January 16, 2010
Mari pindah ke rumah zuhud
Lotengnya dihuni bila insan tidak lagi mahu lagi mengambil pada dunia
kecuali pengambilan lebih baik di sisi tuhan drp meninggalnya.
Lantainya diinjak bila maksiat sudah ditinggal,
ketaatan pula telah menjadi basahan
Penghuninya
Tidak gembira dia bila mendapat bahagian duniawi,
tidak pula sedih bila kehilangannya
Keluarganya,
Tidak pernah sibuk menghambat dunia
dengan mengabaikan pendekatan diri pada tuhan
Tangganya terjejak
bila perasaan cinta telah habis
bila tiada beza pujian mahu pun celaan
dari segala isi keduniaan.
Kajang, 26 Jan 2010
Lotengnya dihuni bila insan tidak lagi mahu lagi mengambil pada dunia
kecuali pengambilan lebih baik di sisi tuhan drp meninggalnya.
Lantainya diinjak bila maksiat sudah ditinggal,
ketaatan pula telah menjadi basahan
Penghuninya
Tidak gembira dia bila mendapat bahagian duniawi,
tidak pula sedih bila kehilangannya
Keluarganya,
Tidak pernah sibuk menghambat dunia
dengan mengabaikan pendekatan diri pada tuhan
Tangganya terjejak
bila perasaan cinta telah habis
bila tiada beza pujian mahu pun celaan
dari segala isi keduniaan.
Kajang, 26 Jan 2010
Saturday, September 12, 2009
Sajak Rumi
Aku yang kehilangan kekasih
kini menemukan cinta
Sebab mentari memang tak tertangkap
selain cahaya
Aku merindukan mentari
selepas cahaya
II
Pada sosok kawan
kurobek-robek ornament cinta
dengan pecahan api tari
(aku bukan orang yang dungu
menerapkan ihwal itu)
Kawanku ialah pelaminan
tempat asa dan gundah tumpah
Kawanku
matahari ialah engkau
III
Mari menari dan menghiasi orgi
dengan semarak sajak dan pesta ilahi
Aku duduk di taman
dikitari bunga musim semi bulan dan emosi
Aduh
kucipta busur dengan alismu
untuk memanahkan pandangku
pada pusar berahimu
kini menemukan cinta
Sebab mentari memang tak tertangkap
selain cahaya
Aku merindukan mentari
selepas cahaya
II
Pada sosok kawan
kurobek-robek ornament cinta
dengan pecahan api tari
(aku bukan orang yang dungu
menerapkan ihwal itu)
Kawanku ialah pelaminan
tempat asa dan gundah tumpah
Kawanku
matahari ialah engkau
III
Mari menari dan menghiasi orgi
dengan semarak sajak dan pesta ilahi
Aku duduk di taman
dikitari bunga musim semi bulan dan emosi
Aduh
kucipta busur dengan alismu
untuk memanahkan pandangku
pada pusar berahimu
Subscribe to:
Posts (Atom)